Zakat fitrah adalah ibadah pelengkap untuk puasa ramadhan, oleh sebab itu zakat fitrah wajib untuk semua kita memang terbiasa menunaikan zakat firah di akhir ramadhan, namun ada anjuran yang membolehkan menunaikan zakat di awal bulan ramadhan.
Adalah zakat yang dikenakan atas segala jenis harta, yang secara zat meupun substansi perolehannya tidak bertentangan dengan ktentuan agama
Zakat atas emas/perak atau uang atau perhiasan yang melebihi dari kewajaran yang telah mencapai haul dan nishabnya.
“tidak ada seorangpun yang mempunyai emas dan perak yang dia tidak berikan zakatnya, melainkan pada hari kiamat dijadikan hartanya itu beberapa keping api neraka dan disetrikakan pada punggung dan jidatnya..”(hr. Muslim).
Zakat yang dikenakan atas hasil pertanian yang mengenyangkan atau mendatangkan penghasilan pada waktu panen.
Zakat yang dikeluarkan atas hasil perdagangan/perniagaan yang tujuannya mencari keuntungan dengan syarat memiliki niat berdagang, mencapai nishab dan haul.
Dalil:“dari samurah bin jundub mengatakan : Rasulullah saw memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yang kami persiapkan untuk diperdagangkan” (hr. Abu dawud).
Penghasilan yang diperoleh seseorang atas jasa/pekerjaan (pns, tni-polri, karyawan swasta, guru/dosen, dokter, dll) baik secara harian, bulanan atau tahunan yang telah sampai kadar nishabnya. Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19, demikian pula penjelasan nabi saw yang bersifat umum terhadap zakat dari hasil usaha/profesi.
Hadits; Riwayat abu ubaid: “adalah umar bin abdul aziz, memberi upah kepada pekerjanya dan mengambil zakatnya, dan apabila mengembalikan al-madholim diambil zakatnya, dan beliau juga mengambil zakat dari athoyat (gaji rutin) yang diberikan kepada yang menerimanya.”
Zakat yang dikeluarkan dari usaha produk hewani seperti susu, madu, sutera, telur, dan yang sejenisnya dengan tujuan sebagai komoditas perdagangan atau bukan. Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19.
Hadits; Dari amr bin syu’aib dari bapaknya dari kakeknya dari abdullah bin amr dari nabi saw bahwasanya ia telah memungut zakat madu sebanyak sepersepuluh (hr. Ibnu majah).
Zakat yang dikeluarkan atas nilai saham (dengan syarat prinsip syariah) yang dimiliki yang telah genap setahun dan cukup nishabnya.
Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19, muktamar internasional i tentang zakat di kuwait 1404/1984.
Zakat yang wajib dikeluarkan oleh pelaku usaha yang mengambil keuntungan dari suatu barang. Tentunya zakat ini diwajibkan bagi pedagang yang sudah masuk nishab dengan nilai barang dagangan senilai 85 gram emas dan haul selama 1 tahun.
Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19.
Zakat yang dikenakan atas hasil investasi penyewaan aset seperti tanah, gedung, rumah, mesin produksi, alat transportasi, dan lain-lain.
Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19.
Zakat yang dikeluarkan oleh perusahaan yang dikelola tidak secara individual, melainkan secara bersama-sama dalam sebuah kelembagaan dan organisasi dengan managemen modern, mis: Dalam bentuk pt, cv, atau koperasi, dengn syarat kepemilikan dikuasai oleh muslim baik individu maupun patungan, bidang usahanya halal, dapat diperhitungkan nilainya, dapat berkembang, dan mencapai nishab.
Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19.
“…dan janganlah disatukan harta yang mula-mula terpisah. Sebaliknya jangan pula dipisahkan harta yang pada mulanya bersatu, karena takut mengeluarkan zakat” (hr. Bukhari).
Zakat yang dikeluarkan oleh deposan (pemilik tabungan) atas tabungan atau deposito (simpanan) pada lembaga keuangan yang telah genap setahun dan cukup kadar nishab
Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19.
Zakat yang dikeluarkan atas hadiah yang diperoleh.
Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19.
– ibnu abi syaibah meriwayatkan bahwa umar bin abdul aziz mengeluarkan zakat dari pemberian dan hadiah (al-mushannaf: Jilid 3, hal 85).
Zakat yang dikeluarkan dari hasil klaim asuransi syariah manakala memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19.
