UPZ MASJID ATTAUHID ARH-UI
Berdasarkan Surat Keputusan SK. Ketua BAZNAS (BAZIS) Nomor 44 TAHUN 2023 tanggal 16 Mei 2023 Masjid Attauhid ARH-UI telah resmi menjadi UPZ (Unit Pengumpul Zakat). Dengan demikian UPZ ARH-UI berhak mengumpul dan mengelola zakat, infak dan shodakoh sesuai dengan ketentuan syariat agama dan peraturan dan undang-undang yang berlaku terutama Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat.
ZAKAT SEBAGAI PENGURANG PAJAK
Sebagaimana kita ketahui bahwa menunaikan zakat salah satu kewajiban umat muslim yang tertuang dalam rukun Islam. Terlepas dari zakat fitrah, zakat yang dimaksudkan adalah zakat maal. Salah satunya adalah zakat penghasilan. Dalam kehidupan modern, telah banyak jenis pekerjaan halal yang dapat menghasilkan pundi-pundi uang ke dalam kantong kita. Dan bilamana memenuhi nishabnya, sebagai seorang muslim maka wajib mengeluarkan zakatnya.
Regulasi pemerintah terkait zakat terus berkembang. Tak hanya semakin dipermudah prosesnya dengan banyaknya lembaga amil tersertifikasi pemerintah. Namun, kini zakat telah dapat meringankan beban seseorang dalam kewajiban membayar pajak.
Hal tersebut berarti bahwa, zakat juga dapat digunakan sebagai pengurang pajak. Peraturan tersebut tercantum dalam Pasal 22 UU 23 Th. 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
“Zakat yang dibayarkan oleh muzaki kepada Organisasi Pengelola Zakat dikurangkan dari penghasilan kena pajak”.
PROSEDUR ADMINISTRASI ZAKAT SEBAGAI PENGURANG PAJAK
Penjelasan peraturan hal-hal yang dapat dikatakan sebagai pengurang pajak, tercantum dalam Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-6/PJ/2011 tahun 2011 tentang Pelaksanaan Pembayaran dan Pembuatan Bukti Pembayaran atas Zakat atau Sumbangan Keagamaan yang Sifatnya Wajib yang Dapat Dikurangkan dari Penghasilan Bruto.
Sedangkan dalam Pasal 2 Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-6/PJ/2011 tersebut, menjelaskan bahwa untuk dapat menggunakan zakat sebagai klaim pengurang pajak, meliputi:
Adalah zakat yang dikenakan atas segala jenis Harta, yang secara zat maupun substansi perolehannya tidak bertentangan dengan Ketentuan agama.
Zakat adalah bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim apabila telah mencapai syarat yang ditetapkan yaitu haul dan nishab.
Allah swt berfirman “ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka” (qs. At-taubah : 103).
Sementara menurut peraturan menteri agama no 52 tahun 2014, zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat islam. Zakat dikeluarkan dari harta yang dimiliki. Akan tetapi, tidak semua harta terkena kewajiban zakat.
Syarat dikenakannya zakat atas harta di antaranya:.
1) harta tersebut merupakan barang halal dan diperoleh dengan cara yang halal;.
2) harta tersebut dimiliki penuh oleh pemiliknya;.
3) harta tersebut merupakan harta yang dapat berkembang;.
4) harta tersebut melewati haul; dan asnaf (8 golongan) penerima zakat.
(majma’ lughah al-arabiyah; al-mu’jam al-wasith)
Sedangkan menurut istilah, zakat adalah bagian dari harta dengan persyaratan tertentu yang diwajibkan allah untuk diserahkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula ( prof. Dr. Didin hafidhuddin, msc dalam buku zakat dalam perekonomian modern).
Sementara itu, agar tidak salah paham, ada baiknya kita mengetauhi perbedaan zakat, infaq dan shodaqoh.
Zakat adalah kewajiban harta yang spesifik, memiliki syarat tertentu, alokasi tertentu dan waktu tertentu. Infak ialah mengeluarkan atau membelanjakan harta yang mencakup zakat dan non-zakat. Infak ada yang wajib ada yang sunnah. Infak wajib diantaranya kafarat, nadzar, zakat dan lain-lain. Infak sunnah diantaranya infak kepada fakir miskin sesama muslim, infak bencana alam dan lain-lain.
Shodaqoh maknanya lebih luas dari zakat dan infak. Shodaqoh dapat bermakna infak, zakat dan kebaikan non-materi, seperti: Senyum dan lain-lain.
Zakat fitrah adalah ibadah pelengkap untuk puasa ramadhan, oleh sebab itu zakat fitrah wajib untuk semua kita memang terbiasa menunaikan zakat firah di akhir ramadhan, namun ada anjuran yang membolehkan menunaikan zakat di awal bulan ramadhan.
Adalah zakat yang dikenakan atas segala jenis harta, yang secara zat meupun substansi perolehannya tidak bertentangan dengan ktentuan agama
Zakat atas emas/perak atau uang atau perhiasan yang melebihi dari kewajaran yang telah mencapai haul dan nishabnya.
“tidak ada seorangpun yang mempunyai emas dan perak yang dia tidak berikan zakatnya, melainkan pada hari kiamat dijadikan hartanya itu beberapa keping api neraka dan disetrikakan pada punggung dan jidatnya..”(hr. Muslim).
Zakat yang dikenakan atas hasil pertanian yang mengenyangkan atau mendatangkan penghasilan pada waktu panen.
Zakat yang dikeluarkan atas hasil perdagangan/perniagaan yang tujuannya mencari keuntungan dengan syarat memiliki niat berdagang, mencapai nishab dan haul.
Dalil:“dari samurah bin jundub mengatakan : Rasulullah saw memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yang kami persiapkan untuk diperdagangkan” (hr. Abu dawud).
Penghasilan yang diperoleh seseorang atas jasa/pekerjaan (pns, tni-polri, karyawan swasta, guru/dosen, dokter, dll) baik secara harian, bulanan atau tahunan yang telah sampai kadar nishabnya. Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19, demikian pula penjelasan nabi saw yang bersifat umum terhadap zakat dari hasil usaha/profesi.
Hadits; Riwayat abu ubaid: “adalah umar bin abdul aziz, memberi upah kepada pekerjanya dan mengambil zakatnya, dan apabila mengembalikan al-madholim diambil zakatnya, dan beliau juga mengambil zakat dari athoyat (gaji rutin) yang diberikan kepada yang menerimanya.”
Zakat yang dikeluarkan dari usaha produk hewani seperti susu, madu, sutera, telur, dan yang sejenisnya dengan tujuan sebagai komoditas perdagangan atau bukan. Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19.
Hadits; Dari amr bin syu’aib dari bapaknya dari kakeknya dari abdullah bin amr dari nabi saw bahwasanya ia telah memungut zakat madu sebanyak sepersepuluh (hr. Ibnu majah).
Zakat yang dikeluarkan atas nilai saham (dengan syarat prinsip syariah) yang dimiliki yang telah genap setahun dan cukup nishabnya.
Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19, muktamar internasional i tentang zakat di kuwait 1404/1984.
Zakat yang wajib dikeluarkan oleh pelaku usaha yang mengambil keuntungan dari suatu barang. Tentunya zakat ini diwajibkan bagi pedagang yang sudah masuk nishab dengan nilai barang dagangan senilai 85 gram emas dan haul selama 1 tahun.
Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19.
Zakat yang dikenakan atas hasil investasi penyewaan aset seperti tanah, gedung, rumah, mesin produksi, alat transportasi, dan lain-lain.
Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19.
Zakat yang dikeluarkan oleh perusahaan yang dikelola tidak secara individual, melainkan secara bersama-sama dalam sebuah kelembagaan dan organisasi dengan managemen modern, mis: Dalam bentuk pt, cv, atau koperasi, dengn syarat kepemilikan dikuasai oleh muslim baik individu maupun patungan, bidang usahanya halal, dapat diperhitungkan nilainya, dapat berkembang, dan mencapai nishab.
Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19.
“…dan janganlah disatukan harta yang mula-mula terpisah. Sebaliknya jangan pula dipisahkan harta yang pada mulanya bersatu, karena takut mengeluarkan zakat” (hr. Bukhari).
Zakat yang dikeluarkan oleh deposan (pemilik tabungan) atas tabungan atau deposito (simpanan) pada lembaga keuangan yang telah genap setahun dan cukup kadar nishab
Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19.
Zakat yang dikeluarkan atas hadiah yang diperoleh.
Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19.
– ibnu abi syaibah meriwayatkan bahwa umar bin abdul aziz mengeluarkan zakat dari pemberian dan hadiah (al-mushannaf: Jilid 3, hal 85).
Zakat yang dikeluarkan dari hasil klaim asuransi syariah manakala memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
Dalil:
Ayat-ayat al-qur’an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya, seperti dalam qs. At-taubah: 103, qs. Al-baqarah: 267, dan qs. Adz-zaariyat: 19.
Hukum dan landasan kewajiban zakat:
Hukum zakat;
Zakat hukumnya wajib bagi setiap muslim yang memiliki harta sampai pada nishabnya dan keberadaannya dianggap sebagai ma’luum min ad-diin bi adh-dharurah (diketahui secara otomatis adanya dan merupakan bagian mutlak dari keislaman seseorang).
Landasan kewajiban zakat
Landasan hukum diwajibkannya zakat adalah :
Al quran “ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…” (qs. 9 : 103)
As sunnah, rasulullah saw bersabda “islam dibangun atas lima rukun; syahadat tiada tuhan selain allah dan muhammad saw utusan allah, menegakkan shalat, membayar zakat, menunaikan haji dan shaum ramadhan (hr. Bukhari dan muslim)
Ijma, para ulama salaf (terdahulu, klasik) ataupun kholaf (kontemporer) telah sepakat akan wajibnya zakat.
Hukum mengingkari dan menolak zakat
Seorang muslim yang tahu akan kewajiban zakat, kemudian mengingkarinya maka dia telah jatuh pada kekafiran, dan hukumnya hukum orang yang murtad.
Adapun muslim yang menolak tidak mau membayar zakat; pertama, di akhirat dia akan mendapat balasannya, di dunia, imam berhak untuk memeranginya sehingga dia mau membayar zakat, atau imam berwenang untuk menyita sebagian hartanya sebagai hukuman.
Syarat wajib menunaikan zakat
Orang yang berhak menerima zakat
Orang yang tidak boleh menerima zakat: